10 Tips SEO Checklist Untuk Website Baru

11 Tips SEO Yang Harus Diterapkan Untuk Website Baru

Salah satu dari kesalahan para pemula saat membangun website adalah tidak menghiraukan pentingnya SEO. Kebanyakan orang hanya terfokus kepada estetika sebuah website. Padahal seharusnya pembuatan website sebaiknya diiringi juga dengan strategi SEO. Mungkin anda juga berpikir demikian; kalau terlihat indah maka akan banyak orang yang akan senang dengan website itu.

Pemikiran seperti itu mungkin tidak salah. Kata kuncinya disini adalah ‘menyukainya’. Pengunjung hanya akan menyukai website anda. 

Apa gunanya jika website tidak dapat ditemukan? Tidak seperti dunia nyata yang jika membuka toko di suatu tempat, pengunjung datang dengan sendirinya karena toko tersebut dapat terlihat. Dalam dunia digital, anda harus berusaha untuk mendapat pengunjung. Bagaimana cara mendapatkan pengunjung? Promosi adalah jawabannya.

Pemilik website berharap setelah launching untuk langsung didatangi oleh pengunjung. Semua orang yang pertama kali mempunyai blog tentu berharap demikian. Tapi apa kenyataannya? Semenit, dua menit, sejam, tiga jam, sehari pun lewat. Tidak terlihat tanda-tanda pengunjung.

Hal itu sering sekali terjadi. Setelah itu baru mereka mencari tahu apa sebabnya. Di sini akan dijabarkan 10 tips yang mudah dijalani agar SEO website anda lebih baik yang mendatangkan pengunjung dari. Langsung saja. 

1. Analytics dan Search Console

Di urutan pertama adalah mengintegrasikan Google Analytics dan Search Console. Untuk website yang tidak terlalu membutuhkan traffic, analytics mungkin saja tidak dibutuhkan. Tetapi lain ceritanya untuk website yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan pembeli. Google Analytics (GA) dan Google Search Console (GSC) membuat website anda dapat menangkap data para pengunjung website.

Dianjurkan untuk mulai dari sekarang karena setelah sekian lama barulah data-data tersebut akan terkumpul dan dapat diolah menjadi sebuah pondasi strategi SEO berdasarkan data yang akurat.

2. Menentukan Struktur Website

Struktur website cukup berperan dalam SEO. Jika tidak diperhatikan, maka lambat laun struktur yang kacau akan membuat website anda amburadul, tidak tertata. Pengunjung tidak akan dapat menemukan artikel-artikel lama dan hanya dapat membaca artikel-artikel baru saja.

Maka dari itu struktur website harus ditentukan sejak awal pembuatan website agar tidak terjadi masalah kedepannya. Contoh salah satu masalah: artikel yang berjudul “7 Macam Kegunaan Sendok Selain Untuk Makan” mungkin mempunyai URL sebagai berikut: abc.com/tujuh-kegunaan-sendok.

Setelah lewat beberapa tahun anda baru sadar kalau struktur URL yang terdapat kategori lebih terlihat rapi sehingga URL anda buat menjadi: abc.com/sendok/tujuh-kegunaan-sendok. Terlihat simpel bukan? Tetapi masalahnya akan terdapat di backlink atau internal linking ke link yang lama.

Backlink tidak akan berubah dengan sendirinya dan yang kedua adalah jika anda telah memutuskan untuk redirect dari URL lama ke yang baru akan berefek kepada speed yang lebih lambat dalam membuka link tersebut. 

3. Halaman-Halaman Utama Website

Dalam pembuatan halaman-halaman website terdapat sejumlah halaman yang harus dibuat di sebagian besar website. Pastikan anda telah mempunyai halaman-halaman dibawah ini:

  • Homepage: Halaman yang pertama kali akan dilihat pengunjung. Dan karena itu homepage harus menunjukkan apa yang dilakukan oleh website anda dengan jelas
  • About Page: Halaman kedua yang akan dikunjungi setelah homepage. Jika pengunjung ingin mengetahui perusahaan seperti apa yang mempunyai website itu, mereka akan mengunjungi about page. Halaman ini biasanya berisi tentang profil perusahaan.
  • Services/Products Page: Jika anda menjual sesuatu melalui website anda, disinilah tempat anda mempromosikan jualan anda.
  • Contact: Untuk menghubungi anda, usahakan anda mempunyai banyak cara untuk bisa dihubungi
  • Blog: Tempat kumpulan-kumpulan artikel yang telah dan akan dibuat
  • (Opsional) Terms and Conditions + Privacy Policy: Privacy Policy seharusnya dibuat oleh setiap website, karena pengunjung akan tahu apa saja yang anda lakukan dengan informasi yang mereka berikan. Biasanya akan hanya terdapat di website besar, tetapi tidak ada salahnya untuk membuat halaman-halaman tersebut meskipun kebanyakan tidak akan membacanya 

4. Riset Keyword

Riset keyword dilakukan guna mentarget kata kunci yang mendatangkan banyak pengunjung. Memang saat baru membuat website biasanya riset keyword adalah hal yang terdengar sulit sekali. Tetapi tenang saja. Melakukan riset keyword tidak harus susah-susah. Cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan extension Keywords Everywhere di browser pilihan anda. 

Tapi jangan senang dulu jika sudah menemukan keyword yang mendapat banyak pengunjung. Perlu dilihat juga website-website yang berada di halaman pertama. Apakah setiap website dari 10 hasil tersebut adalah website yang kuat ataukah terdapat beberapa hasil seperti hasil Wikipedia atau sejenisnya? Untuk mengetahui seberapa kuat sebuah website, bisa menginstall extension MozBar

Jika dari 10 hasil terdapat beberapa yang lemah, seperti DA dibawah 20, artikel yang dibuat tidak informatif, itu bisa menjadi peluang anda untuk membangun artikel seputar keyword tersebut. Ingat, yang paling penting adalah konten yang informatif dan menarik, yang menjawab semua pertanyaan pencari

Saya juga membuat artikel tentang kenapa konten penting untuk sebuah website. Konten yang kuat akan lebih berguna dibanding backlink di masa depan karena dengan teknologi machine learning, Google dapat menentukan konten yang menarik dan informatif tanpa perlu melihat backlink lagi. 

5. Kecepatan Website

Kecepatan sebuah website dalam menyajikan halaman juga krusial untuk mendapatkan pengunjung. Bounce rate dan pogo-sticking akan membuat nilai website anda lebih buruk. Pogo-sticking adalah sebuah istilah yang menunjuk kepada pengunjung yang dalam waktu cepat (dibawah 15 detik) keluar dari sebuah website karena beberapa alasan seperti:

  • Loading website yang lambat (>5 detik)
  • Informasi yang didapat kurang tepat

Sedangkan bounce rate adalah persentase pengunjung yang tidak mengunjungi halaman lainnya setelah masuk ke homepage. Jika anda tidak ingin pengunjung untuk membuka halaman lain, maka bounce rate yang tinggi tidak terlalu penting.

Google melakukan riset kepada lebih dari 70% halaman yang dibuka melalui smartphone. Hasilnya adalah dibutuhkan lima detik untuk memuat halaman yang dapat dilihat langsung oleh layar smartphone, dan tujuh detik untuk memuat 100% halaman itu.

Website yang cepat (dibawah tiga detik) membuat website tersebut selangkah lebih didepan dibandingkan bisnis kebanyakan. Anda bisa mengecek seberapa cepat website anda dengan menggunakan Pingdom dan GTMetrix.

6. Menentukan Satu Versi Domain

Tidak perlu susah-susah dalam menentukannya, anda harus menentukan satu versi domain yang anda ingin pengunjung untuk mengunjungi website anda. Terdapat empat versi sebuah domain, yaitu: 

  • http://abc.com
  • http://www.abc.com
  • https://abc.com
  • https://www.abc.com

Google juga menganjurkan untuk menggunakan https karena lebih aman. Penggunaan https membutuhkan anda untuk menginstall sertifikat SSL di website anda. Beberapa waktu lalu untuk mendapatkan sertifikat SSL, anda harus membayar biaya tambahan per tahunnya, tetapi sekarang anda sudah bisa tenang karena telah terdapat penyedia SSL gratis yaitu Let’s Encrypt.

7. Menghapus Artikel Yang Tidak Diperlukan

Khusus wordpress, saat anda membangun sebuah website WordPress seringkali terdapat beberapa post, tema, dan plugin yang memang sudah ada disana dari awal. Untuk plugin, mungkin jika anda tidak menggunakannya anda dapat menonaktifkannya dan hal itu tidak akan memberikan efek kepada website anda.

Tetapi lain halnya kepada post dan page, seperti Hello World dan Sample Page. Post demikian sebaiknya dihapus sehingga tidak ‘menodai’ kualitas rata-rata konten yang website anda miliki. Alasannya adalah karena post tersebut selain tidak berisi informasi apapun, mereka juga termasuk thin content, yaitu artikel yang berisi kurang dari 500 kata.

8. Membangun Akun Sosmed

Pembuatan akun sosial media untuk website perlu dilakukan. Google lebih menyukai website-website yang terkoneksi ke banyak media sosial dan terlihat “aktif”. Arti dari aktif ini adalah website tersebut selalu mempunyai traffic yang berasal dari sosial media.

Ya, artinya anda harus membuat akun di banyak media sosial dan menyambungkannya ke website anda. Sosial media yang dianjurkan adalah setidaknya Google+, Twitter, Facebook, dan Instagram.

Terlepas dari senang atau tidaknya Google, anda akan mendapatkan traffic dari sosial media dengan cara memposting hal-hal mengenai website anda. 

9. Plugins (untuk WordPress)

Untuk pengguna wordpress, setidaknya harus menginstall beberapa plugin untuk mengoptimalkan SEO seperti Yoast SEO atau All in One SEO Pack. Kedua plugin tersebut akan memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk membantu mengoptimalkan SEO website anda.

10. Sitemap (XML dan HTML)

Sitemap adalah sebuah halaman khusus yang dibuat untuk membantu Crawler mesin pencari dalam menjelajahi sebuah website. Sitemap (XML) membantu mesin pencari seperti Google dengan cara memberikan sebuah daftar halaman yang ada di website tersebut tanpa design apapun sehingga dapat dengan cepat diproses oleh mesin pencari.

Meskipun sitemap bertujuan untuk membantu mesin pencari, tetapi anda juga dapat membuat satu versi sitemap lagi yaitu versi HTML yang dapat dengan mudah dibaca oleh manusia dan anda dapat meletakkannya di homepage. Sitemap tersebut akan berfungsi sebagai katalog website anda.

Pembuatan sitemap tidaklah sulit dan ada tidaknya sebuah sitemap terhadap SEO, sebaiknya sitemap itu tetap dibuat. Selain pembuatannya mudah, juga akan membantu pengunjung website anda.

Untuk WordPress, sitemap sudah dibuat secara otomatis oleh plugin Yoast dan untuk website selain wordpress, anda dapat menggunakan XML Sitemaps Generator jika jumlah total link anda dibawah 500 link.

11. Favicon

Apa itu favicon? Favicon adalah simbol kecil yang terdapat di samping URL di browser anda. Error 404 berdampak negatif terhadap SEO anda, dan browser akan selalu mencari favicon sebuah website secara otomatis. Jika favicon tidak ada, error 404 lah yang akan muncul.

Favicon juga membantu dalam menemukan website anda di bookmark secara cepat karena manusia lebih mudah melihat gambar daripada tulisan. Selain itu favicon membantu membuat website terlihat lebih profesional.

Akhir Kata

Perlu diketahui bahwa untuk website baru biasanya susah untuk mempunyai rank yang tinggi karena umurnya yang masih muda. Akan dibutuhkan sekitar empat bulan atau lebih untuk mempunyai ranking yang seharusnya. Anda bisa saja membangun backlink dari awal dengan cara meminta link dari website-website yang mempunyai DA yang tinggi entah dengan guest posting ataupun dengan membayar mereka. 

Dengan cara itu Google akan mempercepat proses tersebut. Tetapi jika anda tidak mampu untuk melakukan hal tersebut, tidak masalah. Cukup terus membangun website anda dengan mengisi berbagai macam konten, waktu beberapa bulan akan lewat dengan sendirinya.

Bagaimana menurut anda dengan list diatas? Apakah anda mempunyai tambahan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan untuk website baru? Berikan pendapat anda dengan berkomentar dibawah ini!

Leave a Reply 0 comments